Archive for June 2009
Yang tersisa dari Debat Capres Putaran II
LSI: Mega 4, SBY 7, JK 8,5
![]()
INILAH.COM, Jakarta, – Debat capres kedua dinilai jauh lebih seru ketimbang debat capres yang pertama. Suasana debat lebih cair, panas dan dibumbui pertarungan sengit antarcapres. Namun, hanya JK yang dianggap menjadi bintang dalam panggung debat kedua itu.
“Kesimpulannya JK menjadi bintang debat malam ini. Karena gagasannya orisinil, argumentatif dan berani berbeda. Kalau pen
ampilan SBY malam ini standar saja, sedangkan Mega malah di bawah standar,” ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (26/6).
Burhan menilai, dalam debat yang diselenggarakan Kamis (25/6) malam di studio Metro TV itu, pertarungan sengit hanya terjadi antara SBY dan JK. Sedang Mega, dinilainya hanya seperti menjadi kandidat penggembira saja dalam debat putaran kedua itu.
“Mega itu hanya menjadi kandidat penggembira, karena uraiannya bersifat normatif, tidak fokus dan selalu melihat ke belakang. Sementara SBY sistematis dan artikulatif serta meladeni serangan JK. JK juga tak kalah argumentatif, eksploratif serta mampu menekankan diferensiasi dengan SBY,” jelasnya.
Soal sindiran-sindiran yang dilontarkan JK kepada SBY dan Megawati, Burhan menganggap sindiran tersebut sebagai sebuah kritikan elegan yang menohok. “JK sejak awal sudah menyindir SBY soal indomie dan Mega soal gas tangguh, tapi kritikan JK itu sangat elegan dan mengena. Score untuk para capres dalam debat malam tadi, Mega 4, SBY 7 dan JK 8,5,” pungkasnya. [mut/ton]
MILIK JK
INILAH.COM, Jakarta – Debat calon presiden yang digelar Kamis (25/6) malam dinilai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional JK-Win Indra J Piliang merupakan milik Jusuf Kalla. Namun, secara keseluruhan, debat capres yang digelar kedua kalinya ini menunjukkan kemajuan dibandingkan yang pertama.
“Malam ini adalah malam Jusuf Kalla,” kata Indra, usai debat capres, yang digelar di studio Metro TV, Jakarta, Kamis malam.
Menurut Indra, hal ini sesuai dengan yang dijanjikan pihaknya. Di antaranya, karena penampilan JK terlihat lebih rileks. Salah satunya karena Ketua Umum DPP Partai Golkar itu beristirahat dengan cukup.
“Waktu debat pertama, Pak JK kurang sehat. Kalau tadi Pak JK sempat istirahat, sekarang fisiknya sangat bagus dibandingkan debat yang pertama,” ujarnya.
Terkait celetukan Mega dalam debat yang menolak kinerja JK disebut baik saat ia memerintah, menurut Indra bukan sesuatu yang disengaja. “Bukan tipe Mbak Mega memalukan seseorang. Saya kira dia tidak dengar saja apa maksudnya. Tidak dengar arahannya, dan Pak JK orangnya spontan saja menjawab,” tambahnya.
Walaupun dalam debat capres ini ketigamya terlihat saling menyerang, namun menurut dia menunjukkan kemajuan dibandingkan debat yang pertama. “Dan ketiga capres, baik SBY, Mega, maupun JK semuanya sangat rileks dan santai,” ujarnya. [win/nuz]
JK Ingin Lanjutkan SBY
INILAH.COM, Jakarta – Jusuf Kalla menyatakan akan mampu memimpin Indonesia dan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden. Ia merasa mampu mengurangi kemiskinan serta pengangguran yang saat ini masih membelit berdasarkan pengalamannya yang terbiasa bergerak cepat.
Menurutnya, pekerjaan berat yang sangat penting yang harus dihadapi setiap presiden adalah menyejahterakan bangsa ini, mengurangi kemiskin, dan pengangguran.
“Ini pekerjaan yang harus kita laksanakan, dan apabila diberikan amanah saya sanggup melaksanakan itu. Karena pengalaman dan terbiasa lebih cepat lebih baik,” ucapnya saat menutup debat bertajuk ‘Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran’, yang digelar di studio Metro TV, Jakarta, Kamis (25/6)
Untuk itu, lanjut JK, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang harus bekerja dengan benar dengan visi ke depan yang baik. “Saya siap melanjutkan Pak SBY saya kira,” ujarnya, yang disambut tawa riuh dan tepuk tangan hadirin.
Walaupun Indonesia memiliki kekayaan dan sumber daya manusia yang banyak, kepemimpinan yang baik menurutnya tetap dibutuhkan.”Karena tanpa itu bangsa akan tetap begini. Kita sudah ketinggalan. Itulah kenapa kita lebih cepat. Tentunya yang lebih cepat lebih baik,” tegasnya. [nuz]
13 Fakta Keberhasilan SBY dan Antitesanya
Bukannya mau menjatuhkan salah satu pasangan, tetapi ini patut dibaca, dianalisis dan diteliti kebenarannya. (dicomot dari Kaskus.us)
Berikut adalah 10 klaim-klaim keberhasilan SBY (Demokrat) dalam berbagai iklan kampanye, yang mana di setiap klaim terdapat antitesanya baik berdasarkan UUD 1945, UU yang berlaku, janji-janji kampanye SBY pada 2004 atau realitas force majoure.
Klaim 1 : Harga BBM diturunkan hingga 3 kali (2008-2009), pertama kali sepanjang sejarah.
Antitesa : 1#Dalam sejarah harga BBM, untuk pertama kali sepanjang sejarah Indonesia, pemerintah menjual BBM dengan termahal yakni Rp 6000 per liter.2#Tidak hanya itu, pada Desember 2008, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Indonesia, harga premium yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi daripada harga premium di Amerika Serikat. Pada minggu I dan II, harga BBM Indonesia adalah Rp 5500 padahal di AS dibawah Rp 5335 per liter. Dan pada minggu III dan IV, harga BBM Indonesia Rp 5000 padahal di AS kecil Rp 4892 per liter.
Klaim 2 : Perekonomian terus tumbuh di atas 6% pertahun, tertinggi setelah orde baru.
Antitesa : 1#Pertumbuhan diatas 6% hanya terjadi pada tahun 2007 dan 2008, sedangkan pada tahun 2005 (5.6%), 2006 (5.5%), dan 2008 dibawah 5%. Jadi, pernyataan perekonomian terus tumbuh diatas 6% merupakan suatu kebohongan publik.
2# Padahal dalam kampanye pilpres 2004, SBY memiliki janji angin surga yang dituangkan dalam RPJM bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005-2009 adalah 5.5%, 6.1%, 6.7%, 7.2% dan 7.6%. Merujuk pada janji yang tersebut, maka fakta pertumbuhan yang rata-rata dibawah 6% selama 5 tahun merupakan kegagalan janji angin surga.
Klaim 3 : Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
Antitesa : Jika cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah, maka jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapi 1667 Triliun pada awal tahun 2009 atau 1700 triliun per 31 Maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.
Klaim 4 : Pemerintah Bersih/Baik
Antitesa : Hal ini bertolak belakang dengan jabatan para menteri dan pejabat presiden yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye seperti iklan Koperasi, sekolah gratis, hingga masuknya pejabat BUMN dalam Timkamnas SBY-Boediono
Klaim 5 :Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun 2004 menjadi 34% pada tahun 2008
Antitesa : #1 Secara relatif jumlah utang negara turun, tapi secara absolut utang negara naik 33% dari Rp 1275 T pada 2004 menjadi Rp 1700 triliun pada Maret 2009.
#2 Sampai hingga saat ini, pemerintah masih setia membayar utang najis serta pengelolaan penarikan utang luar negeri (ULN) yang bermasalah seperti dilaporkan BPK & KPK.
Klaim 6 :Utang IMF lunas
Antitesa : Utang IMF 9 miliar USD bersifat nonlikuid. Keputusan menghentikan kontrak dgn IMF telah dilakukan pada 2004. Ketika utang IMF lunas, utang luar negeri kepada ADB meningkat dan disisi lain utang dalam negeri naik 50% selama 4 tahun dan tertinggi sepanjang sejarah.
Klaim 7 :CGI dibubarkan.
Antitesa : IGGI/CGI merupakan grup lembaga keuangan dan negara asing yang menjadi kreditor utang Indonesia. Negara-negara anggota CGI adalah ADB, IMF, UNDP, Bank Dunia, Australia, Belgia, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Swiss dan Amerika Serikat. Jadi, meksipun CGI dibubarkan, negara-negara kreditor seperti Amerika, Australia, Inggris, Jepang dan lembaga keuangan ADB atau Bank Dunia masih menjadi negara kreditor Indonesia. Pencitraan pembubaran CGI hanyalah kedok pencitraan atas sebuah lembaga institusi, padahal anggotanya CGI masih eksis. Istilahnya, ular berbisa yg ganti kulit. CGI bubar, tapi negara kreditor masih hidup & berkembang pada ULN Indonesia.
Klaim 8 :Mengadakan program-program pro-rakyat seperti: BLT, BOS, Beasiswa, JAMKESMAS, PNPM Mandiri, dan KUR tanpa agunan tambahan..
Antitesa : Dengan terbuktinya bahwa hampir 52% dana BLT digunakan penduduk miskin untuk membeli rokok, maka program ad hoc BLT merupakan program yg tidak memiliki dampak positif jangka panjang bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Padahal pada awalnya BLT hanya digunakan untuk mengkompensasi kenaikan BBM. Sehingga pemberian BLT di tahun 2009 (bukan dalam agenda kenaikan BBM) menyedot penambahan utang negara. Program BOS, beasiswa, Jamkesmas merupakan program implementasi yang diwajibkan/amanah dari UU 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Sehingga tim iklan SBY harus dengan jujur mengatakan mana kewajiban/amanah UU, mana pula hasil kreatifitas pemimpin. Sebagai contoh : BLT merupakan program yang tidak diamanahkan melalui UU.
Klaim 9 :Anggaran pendidikan naik menjadi 20% dari APBN, pertama kali sepanjang sejarah.
Antitesa : Peningkatan anggaran pendidikan hingga 20% merupakan amanah yg harus dilaksanakan secepat mungkin setelah UU 20 tahun 2003 disahkan pada Juli 2003. Namun, meski SBY telah memimpin selama 4 tahun, namun tidak ada niatnya untuk menganggarkan pendidikan sebesar 20%. Tiap tahun sejak 2005, gugatan demi gugatan yang dilakukan PGRI atas kebijakan pemerintah SBY yang melanggar amanat konstitusi UU 20/2003. Akhirnya, perjuangan dan semangat pantang menyerah para guru dalam wadah PGRI akhirnya pertengahan 2008, suara para guru menang atas kebijakan SBY bersama DPR yang tidak merealisasikan anggaran 20% untuk pendidikan. Atas jerih payah dan gugatan para guru, tiba-tiba SBY dan Demokrat mengklaim 20% adalah keberhasilannya. Suatu hal yang sangat bertolak belakang, dengan fakta yang sesungguhnya. Justru keberhasilan anggaran pendidikan 20% merupakan keberhasilan perjuangan guru melawan ketidakpatuhan pemerintah atas amanah UU Sisdiknas. Aneh..
Klaim 10
elayanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin. Anggaran kesehatan naik 3 kali lipat dari sebelumnya, tertinggi sejak orde baru.
Antitesa : Biaya rata-rata kesehatan terus meningkat. Meningkatnya biaya kesehatan dan minimnya ketersediaan layanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit telah menjadi isu yang hangat pada tahun 2007-2008. Bahkan, mahalnya biaya kesehatan menyebabkan masyarakat lebih percaya pada dukun cilik Ponari. Jika dikatakan anggaran kesehatan naik 3 kali, maka kita tanyakan kembali apakah layanan kesehatan meningkat tiga kali? Ternyata tidak. RS Cipto tetap menolak pasien untuk rawat inap di RS dan meminta pasien tinggal di luar RS. Hal ini lebih terkait dengan inflasi. Sebagai contoh. Pada tahun 1997, UMR rata-rata sekitar Rp 220 000. Tapi pada tahun 2009 sudah naik hampir 3.5 kali yakni Rp 800.000 per bulan. Dengan pikiran sempit, maka SBY(Demokrat) akan mengklaim bahwa ini prestasi tertinggi sepanjang sejarah dalam hal UMR. Tapi, ingat beban masyarakat. Tahun 1997, dengan UMR Rp 220.000 seorang KK dapat membeli sekitar 300 kg beras (harga beras Rp 700 per kg). Tapi, di tahun 2009 dengan UMR Rp 800.000, seorang KK hanya mampu membeli sekitar Rp 160 kg beras (harga beras Rp 5000 per kg). Daya beli sembako turun 53%. Artinya apa? Kenaikkan pendapatan jauh dibawah kenaikan inflasi.
Klaim 11 :Korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Lebih dari 500 pejabat publik diproses secara hukum, tertinggi sejak merdeka.
Antitesa : Sampai saat ini, kasus korupsi dana non-budgeter DKP 2004 tidak diselesaikan secara menyeluruh Berdasarkan pengakuan terpidana Rokhmin Dahuri dan tersangka Amien Rais bahwa pasangan capres-cawapres 2004 menerima aliran dana dari Rokhmin Dahuri. Dan salah satunya adalah SBY-JK yang menerima dana korupsi non-budgeter DKP sebesar Rp 225 juta. Namun kasus ini dihentikan setelah SBY berjabat tangan dengan Amien Rais di Bandara Halim tahun 2007. Bagaimana kasus aliran dana korupsi yang membawa nama para capres (termasuk SBY) dpt dihentikan begitu saja? Dan ironisnya hanya Rokmin Dahuri menjadi tumbal. Inikah pemberantasan korupsi tanpa bulu? Belum lagi kita berbicara mengenai penanganan kasus royalti batubara, BLBI, suspensi saham BUMI dan luapan lumpu Lapindo.
#2 Perlu diketahui bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi lebih diperankan oleh lembaga KPK. KPK dapat eksis melalui UU 31 tahun 1999 di Pem. BJ Habibie yang kemudian direvisi kembali dalam UU 30 tahun 2002 tentang Tipikor oleh Pem. Megawati. Ingat, KPK adalah lembaga independen yg dibentuk untuk memberantas korupsi.
Klaim 12
engangguran terus menurun. 9,9% pada tahun 2004 menjadi 8,5% pada tahun 2008.
Antitesa: Melalui klaim ini, justru sebenarnya menunjukkan pemerintahan SBY gagal dalam merealisasi janji angin surga pada tahun kampanye 2004 yang dituangkan dalam RPJM. Dalam RPJM, janji akan mengurangi angka pengangguran dari 9.9% pada tahun 2004 menjadi 5.1% pada tahun 2009. Tapi, faktanya, meskipun anggaran naik dengan program PNPM atau KUR, jumlah penduduk yang menganggur tidak kunjung berkurang sesuai dengan janji angin surganya. Dan data tahun 2008 mencatat angka pengangguran adalah 8.4% jauh dibawah angan-angan surga.
Klaim 13 :Kemiskinan terus turun 16,7% pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008.
Antitesa: Jika tim iklan SBY-Demokrat mau jujur, fakta angka kemiskinan justru menunjukan kegagalan janji SBY dalam pilpres 2004 yang dituangkan dalam RPJM 2005. Janji angka kemiskinan dalam RPJM di tahun 2009 adalah 8.2%, tapi hingga tahun 2008, angka kemiskinan masih diatas 15.4% tidak jauh bergeser dengan tahun 2004. Meskipun adanya program andalan seperti PNPM atau KUR, jumlah penduduk miskin tidak mengalaimi pengurangan signifikan. Bayangkan meskipun anggaran naik 300%, angka kemiskinan pada 2004 berjumlah 36.1 juta jiwa hanya turun 35 juta jiwa pada Maret 2008 dan meningkat kembali menjadi 40 juta jiwa pada Des 2008 (data survei UI).
Ingat Pembaca. Ketiga calon presiden semuanya pernah duduk dalam pemerintahan. Jadi, mana yang akan dipilih?